Diaspora Katolik Indonesia: Dukung Kemajemukan dan Toleransi
“Indonesia adalah miniatur peradaban dunia. Kemajemukan bangsa Indonesia tergambarkan melalui cara hidup menghormati dan menghargai kebhinnekaan. Diaspora atau warga keturunan Indonesia yang bermukim di berbagai negara merupakan aset yang berharga.” Demikian disampaikan Plt. Dirjen Bimas Katolik saat membacakan sambutan Menteri Agama dalam Perayaan Paskah Bersama Diaspora Katolik Indonesia Sedunia yang diselenggarakan secara hybrid di Ballroom Hotel Santika Premiere, Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu (07/05).
“Perbedaan adalah kekuatan sekaligus solusi, bukan permasalahan. Agama adalah inspirasi untuk membangun persaudaraan dan persatuan di atas perbedaan yang ada. Inilah yang disebut toleransi,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan ucapan Menteri Agama, yakni “Sudah saatnya toleransi Indonesia menjadi barometer masyarakat dunia. Narasi tentang toleransi di Indonesia perlu digaungkan agar dipahami masyarakat dunia.”
Perayaan Paskah ini diawali dengan misa konselebrasi langsung dari Kedutaan Besar RI di Vatikan, Roma, Italia, dipimpin oleh Romo Leonardus Mali (Roma), Romo Markus Solo Kewuta SVD (Vatikan), dan homili oleh Romo Agustinus Purnomo MSF dari Norwegia.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, mengangkat catatan berjudul “Misionaris Indonesia Serta Pertumbuhan Panggilan di Indonesia, dalam Kaitannya dengan Perkembangan Gereja Katolik Sedunia”. Kardinal Suharyo menekankan tiga ungkapan dengan kata yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, yaitu panggilan untuk bertumbuh menuju kesempurnaan kesucian, bertumbuh untuk mencapai kesempurnaan kasih, dan kepenuhan hidup kristiani siapapun kita.
Pada kesempatan ini, Kardinal mengajak umat Katolik Indonesia untuk bersyukur atas bertumbuh suburnya panggilan-panggilan khusus untuk menjadi imam ataupun biarawan/biarawati di Indonesia. Lebih lanjut, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya peran keluarga dalam memelihara panggilan khusus ini. “Ketika kita sadar bahwa hidup itu adalah panggilan untuk kita tanggapi, yang terakhir adalah siap untuk diutus. Maka hidup berkeluarga itu adalah perutusan,” ungkapnya.
Hal menarik lainnya dalam perayaan Paskah ini adalah kesempatan untuk mendengarkan cerita misi dari para misionaris Indonesia dari berbagai negara tempat mereka berkarya.
Mengakhiri sambutannya, Plt. Dirjen Bimas Katolik
menyampaikan harapan agar perayaan Paskah tahun ini menjadi inspirasi untuk
bertransformasi membangun persaudaraan, persatuan, dan kemitraan (partnership),
serta mengajak para Diaspora untuk menjadi pembawa damai, pembawa kerukunan,
dan pembawa toleransi. Baca selengkapnya

